ASYIKNYA BERMAIN DIATAS TERUMBU KARANG
SAAT AIR LAUT SURUT
Ayo kita perkenalkan anak-anak kita tentang makhluk hidup yang ada di laut
Dahulu kala di tempat
ini ada sebuah
sumur ( Bubung, bhs.Saluan) tak
jauh dari jalan
raya, tak jelas siapa
sebenarnya yang menggali
sumur tersebut. Kalau
perjalanan dari arah
Luwuk menuju Batui
tempat ini berada
di sisi kanan
jalan. Namun sekarang Sumur
tersebut sudah tidak ditemukan
lagi karena peristiwa alam seperti banjir.
Alkisah ada seorang
serdadu Belanda yang
melewati tempat itu dengan membawa
perbekalan makan ( mantu,
bhs. Saluan) . Beliau sedang
lapar dan hendak
makan namun kehabisan
air. Si Tuan
Belanda ini turun
dari mobilnya dan menemui
seseorang warga kampung
itu yang di kenal dengan Kampung Lontio
( pada
saat itu Sayambongin
dan Padungnyo masih
masuk dalam wilayah
kampung Lontio),
Warga tersebut diketahui
bernama Pakunda, Kemudian si
Meener Belanda bertanya,
“ di mana ada Sungai
disini ? kami mau
makan tapi tidak
ada air” Karena
Pakunda tidak
bisa berbahasa Melayu dengan
baik dan benar dengan
entengnya dia menjawab “
di sini Cuma ada
air di keke tapi
hebok” yang artinya
kurang lebih “ di
sini Cuma ada
air yang di
gali tapi keruh “ .
Serdadu
Belanda minta di antar
ke tempat air tersebut karena
dia sangat membutuhkannya, setelah
melihat-lihat sumur dia
berfikir air ini
layak untuk di
minum maka beristrahatlah si
Belanda untuk makan
perbekalan dan meminum
air yang di
ambil dari sumur itu. Sesudah
makan Serdadu Belanda
melanjutkan Perjalanan lagi.
Dongeng tersebut
diatas hanyalah sebatas
Dongeng pengantar Tidur,
penulis tidak bermaksud
untuk membuktikan sejarah manapun
dan apapun.